Cara Buat Dashboard Laporan Excel

Table of Contents
Bisnisoo.info - Dashboard di Excel adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data dalam bentuk yang mudah dipahami dan cepat dianalisis. Baik untuk kebutuhan laporan keuangan, penjualan, atau performa kerja, dashboard dapat membantu Anda dan tim mengambil keputusan yang lebih tepat. Artikel ini akan membahas langkah-langkah membuat dashboard laporan di Excel dengan mudah, mulai dari perencanaan hingga visualisasi data.

Apa Itu Dashboard di Excel?

Dashboard adalah tampilan ringkas dari data yang disajikan secara visual melalui grafik, tabel, dan indikator penting (KPI). Di Excel, dashboard bisa dibuat dengan menggabungkan berbagai elemen seperti PivotTable, PivotChart, Slicer, dan Conditional Formatting untuk menampilkan informasi penting dalam satu layar.

Persiapan Sebelum Membuat Dashboard

Sebelum memulai, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan:

  1. Tujuan Dashboard: Tentukan dulu apa yang ingin Anda tampilkan. Apakah itu penjualan bulanan, kinerja karyawan, atau penggunaan anggaran?
  2. Data yang Bersih dan Terstruktur: Pastikan data Anda tidak memiliki kesalahan seperti nilai ganda, data kosong, atau format yang tidak seragam.
  3. Struktur Data: Data harus berbentuk tabel dengan baris sebagai entri dan kolom sebagai variabel. Hindari format yang berantakan.

Contoh struktur data sederhana:

Tanggal

Produk

Wilayah

Penjualan

01/07/2025

Produk A

Jakarta

1.500.000

01/07/2025

Produk B

Bandung

2.000.000

Langkah-Langkah Membuat Dashboard Excel

Berikut adalah langkah-langkah lengkap membuat dashboard laporan di Excel:

1. Masukkan dan Susun Data

Letakkan seluruh data mentah Anda dalam satu sheet dan beri nama sheet tersebut, misalnya “Data”. Pastikan menggunakan format tabel (Ctrl + T) agar data bisa dinamis dan lebih mudah diolah.

2. Buat PivotTable

PivotTable sangat penting karena membantu Anda menyaring dan menganalisis data secara cepat.

Langkah membuat PivotTable:

  • Klik salah satu sel di dalam data Anda.
  • Pilih Insert > PivotTable.
  • Pilih lokasi untuk menempatkan PivotTable (sebaiknya di sheet baru).
  • Drag field yang diperlukan ke bagian Rows, Columns, dan Values sesuai kebutuhan.

Contoh:

  • Rows: Wilayah
  • Columns: Bulan
  • Values: Total Penjualan

3. Buat PivotChart

Dari PivotTable yang sudah dibuat, Anda bisa langsung menambahkan grafik:

  • Klik PivotTable.
  • Pilih Insert > PivotChart.
  • Pilih jenis grafik seperti Bar, Line, Column, atau Pie Chart sesuai data Anda.

Grafik ini akan berubah otomatis jika PivotTable-nya diperbarui.

4. Tambahkan Slicer dan Timeline

Slicer dan Timeline adalah alat interaktif yang memungkinkan pengguna menyaring data dengan mudah.

Cara menambahkan Slicer:

  • Klik PivotTable atau PivotChart.
  • Pilih Insert > Slicer.
  • Centang field yang ingin dijadikan filter (misalnya “Wilayah” atau “Produk”).

Cara menambahkan Timeline:

  • Klik PivotTable.
  • Pilih Insert > Timeline.
  • Pilih field tanggal.

Dengan kedua fitur ini, dashboard Anda akan terasa seperti aplikasi interaktif.

5. Susun Dashboard

Buat satu sheet baru dan beri nama “Dashboard”. Pindahkan semua elemen visual (PivotChart, Slicer, dll.) ke sheet ini.

Tips penyusunan:

  • Beri judul jelas di bagian atas.
  • Susun grafik dan filter agar tidak saling menutupi.
  • Gunakan warna yang konsisten untuk memudahkan pembacaan.
  • Tambahkan logo atau catatan kaki jika perlu.

6. Gunakan Conditional Formatting

Untuk menambahkan highlight otomatis pada data, gunakan fitur Conditional Formatting.

Contoh:

  • Warna merah untuk penjualan di bawah target.
  • Warna hijau untuk pencapaian di atas rata-rata.

Caranya:

  • Blok sel target.
  • Pilih Home > Conditional Formatting.
  • Pilih aturan, misalnya “Greater Than”, “Less Than”, atau buat formula sendiri.

7. Uji Interaktifitas

Sebelum menyimpan dan membagikan, uji dashboard Anda:

  • Apakah slicer bekerja?
  • Apakah grafik berubah saat data difilter?
  • Apakah ada grafik atau teks yang tumpang tindih?

Pastikan semua komponen berjalan dengan baik.

Tips Tambahan

  • Gunakan Nama Range Dinamis: Jika data Anda sering berubah panjangnya, pertimbangkan memakai Named Range atau tabel dinamis agar grafik dan PivotTable otomatis ikut berubah.
  • Protect Sheet: Untuk mencegah perubahan tidak disengaja, kunci sheet dashboard.
  • Gunakan Warna dengan Bijak: Jangan terlalu banyak warna agar tidak membingungkan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Dashboard Excel?

Dashboard Excel cocok digunakan untuk:

  • Laporan penjualan bulanan atau tahunan.
  • Monitoring KPI tim.
  • Laporan keuangan internal.
  • Laporan marketing seperti trafik atau leads.
  • Laporan logistik atau stok barang.

Namun, jika data sangat besar dan kompleks, pertimbangkan menggunakan Power BI, Google Data Studio, atau tool visualisasi lain.

Kesimpulan

Dashboard di Excel adalah cara efektif untuk menyajikan data secara visual, cepat, dan interaktif. Dengan hanya mengandalkan fitur standar seperti PivotTable, PivotChart, dan Slicer, Anda sudah bisa membuat laporan menarik yang siap ditampilkan ke atasan atau tim.

Kuncinya ada pada struktur data yang rapi, pemilihan visualisasi yang tepat, dan penyusunan layout yang efisien. Dengan latihan, Anda akan semakin mahir membuat dashboard yang informatif dan profesional. Jadi, mulailah dari data sederhana dan kembangkan dashboard Anda sedikit demi sedikit!