Cara Buat Dashboard Laporan Excel
Apa Itu Dashboard di Excel?
Dashboard adalah tampilan ringkas dari data yang disajikan
secara visual melalui grafik, tabel, dan indikator penting (KPI). Di Excel,
dashboard bisa dibuat dengan menggabungkan berbagai elemen seperti PivotTable,
PivotChart, Slicer, dan Conditional Formatting untuk
menampilkan informasi penting dalam satu layar.
Persiapan Sebelum Membuat Dashboard
Sebelum memulai, ada beberapa hal penting yang harus
disiapkan:
- Tujuan
Dashboard: Tentukan dulu apa yang ingin Anda tampilkan. Apakah itu
penjualan bulanan, kinerja karyawan, atau penggunaan anggaran?
- Data
yang Bersih dan Terstruktur: Pastikan data Anda tidak memiliki
kesalahan seperti nilai ganda, data kosong, atau format yang tidak
seragam.
- Struktur
Data: Data harus berbentuk tabel dengan baris sebagai entri dan kolom
sebagai variabel. Hindari format yang berantakan.
Contoh struktur data sederhana:
Tanggal |
Produk |
Wilayah |
Penjualan |
01/07/2025 |
Produk A |
Jakarta |
1.500.000 |
01/07/2025 |
Produk B |
Bandung |
2.000.000 |
Langkah-Langkah Membuat Dashboard Excel
Berikut adalah langkah-langkah lengkap membuat dashboard
laporan di Excel:
1. Masukkan dan Susun Data
Letakkan seluruh data mentah Anda dalam satu sheet dan beri
nama sheet tersebut, misalnya “Data”. Pastikan menggunakan format
tabel (Ctrl + T) agar data bisa dinamis dan lebih mudah diolah.
2. Buat PivotTable
PivotTable sangat penting karena membantu Anda
menyaring dan menganalisis data secara cepat.
Langkah membuat PivotTable:
- Klik
salah satu sel di dalam data Anda.
- Pilih
Insert > PivotTable.
- Pilih
lokasi untuk menempatkan PivotTable (sebaiknya di sheet baru).
- Drag
field yang diperlukan ke bagian Rows, Columns, dan Values sesuai
kebutuhan.
Contoh:
- Rows:
Wilayah
- Columns:
Bulan
- Values:
Total Penjualan
3. Buat PivotChart
Dari PivotTable yang sudah dibuat, Anda bisa langsung
menambahkan grafik:
- Klik
PivotTable.
- Pilih Insert
> PivotChart.
- Pilih
jenis grafik seperti Bar, Line, Column, atau Pie Chart
sesuai data Anda.
Grafik ini akan berubah otomatis jika PivotTable-nya
diperbarui.
4. Tambahkan Slicer dan Timeline
Slicer dan Timeline adalah alat interaktif yang memungkinkan
pengguna menyaring data dengan mudah.
Cara menambahkan Slicer:
- Klik
PivotTable atau PivotChart.
- Pilih Insert
> Slicer.
- Centang
field yang ingin dijadikan filter (misalnya “Wilayah” atau “Produk”).
Cara menambahkan Timeline:
- Klik
PivotTable.
- Pilih Insert
> Timeline.
- Pilih
field tanggal.
Dengan kedua fitur ini, dashboard Anda akan terasa seperti
aplikasi interaktif.
5. Susun Dashboard
Buat satu sheet baru dan beri nama “Dashboard”.
Pindahkan semua elemen visual (PivotChart, Slicer, dll.) ke sheet ini.
Tips penyusunan:
- Beri
judul jelas di bagian atas.
- Susun
grafik dan filter agar tidak saling menutupi.
- Gunakan
warna yang konsisten untuk memudahkan pembacaan.
- Tambahkan
logo atau catatan kaki jika perlu.
6. Gunakan Conditional Formatting
Untuk menambahkan highlight otomatis pada data, gunakan
fitur Conditional Formatting.
Contoh:
- Warna
merah untuk penjualan di bawah target.
- Warna
hijau untuk pencapaian di atas rata-rata.
Caranya:
- Blok
sel target.
- Pilih Home
> Conditional Formatting.
- Pilih
aturan, misalnya “Greater Than”, “Less Than”, atau buat formula sendiri.
7. Uji Interaktifitas
Sebelum menyimpan dan membagikan, uji dashboard Anda:
- Apakah
slicer bekerja?
- Apakah
grafik berubah saat data difilter?
- Apakah
ada grafik atau teks yang tumpang tindih?
Pastikan semua komponen berjalan dengan baik.
Tips Tambahan
- Gunakan
Nama Range Dinamis: Jika data Anda sering berubah panjangnya,
pertimbangkan memakai Named Range atau tabel dinamis agar grafik
dan PivotTable otomatis ikut berubah.
- Protect
Sheet: Untuk mencegah perubahan tidak disengaja, kunci sheet
dashboard.
- Gunakan
Warna dengan Bijak: Jangan terlalu banyak warna agar tidak
membingungkan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Dashboard Excel?
Dashboard Excel cocok digunakan untuk:
- Laporan
penjualan bulanan atau tahunan.
- Monitoring
KPI tim.
- Laporan
keuangan internal.
- Laporan
marketing seperti trafik atau leads.
- Laporan
logistik atau stok barang.
Namun, jika data sangat besar dan kompleks, pertimbangkan
menggunakan Power BI, Google Data Studio, atau tool visualisasi
lain.
Kesimpulan
Dashboard di Excel adalah cara efektif untuk menyajikan data
secara visual, cepat, dan interaktif. Dengan hanya mengandalkan fitur standar
seperti PivotTable, PivotChart, dan Slicer, Anda sudah bisa membuat laporan
menarik yang siap ditampilkan ke atasan atau tim.
Kuncinya ada pada struktur data yang rapi, pemilihan
visualisasi yang tepat, dan penyusunan layout yang efisien. Dengan
latihan, Anda akan semakin mahir membuat dashboard yang informatif dan
profesional. Jadi, mulailah dari data sederhana dan kembangkan dashboard Anda
sedikit demi sedikit!